Sejarah Ka’bah dimulai dengan pembangunan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah sebagai rumah ibadah pertama. Setelahnya, Ka’bah menjadi tempat penyembahan berhala pada masa Jahiliyah, lalu dibersihkan dari berhala oleh Nabi Muhammad SAW. Ka’bah juga mengalami renovasi dan pembangunan ulang berkali-kali, terutama akibat banjir dan kerusakan, termasuk pada masa Abdullah bin Zubair dan Khalifah Umayyah, hingga menjadi pusat kiblat umat Islam sedunia seperti sekarang. 
 
Tahap Awal Pembangunan
  • Nabi Adam AS: Ada pendapat bahwa Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Adam AS, lalu hilang dan ditemukan kembali oleh Nabi Ibrahim.
  • Nabi Ibrahim AS & Ismail AS: Mereka membangun kembali Ka’bah dari batu sebagai tempat ibadah tauhid, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an (QS Al-Baqarah: 127). 
 
Periode Jahiliyah
  • Ka’bah menjadi pusat penyembahan berbagai berhala oleh suku-suku Arab, meskipun tetap dihormati sebagai tempat suci. 
 
Era Nabi Muhammad SAW
  • Setelah Fathu Makkah (Penaklukan Mekkah), Nabi Muhammad SAW membersihkan Ka’bah dari berhala dan mengembalikannya menjadi rumah ibadah khusus untuk Allah.
  • Kiblat salat umat Islam juga dipindahkan dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Ka’bah. 
 
Renovasi dan Pembangunan Ulang 
  • Banjir dan Kebakaran: Ka’bah sering mengalami kerusakan akibat banjir dan kebakaran, seperti yang terjadi pada masa Kaum Quraisy.
  • Masa Abdullah bin Zubair (683 M): Ka’bah dibangun ulang setelah roboh karena serangan pasukan Yazid bin Muawiyah.
  • Masa Khalifah Umayyah (Al-Hajjaj): Melanjutkan pembangunan kembali Ka’bah setelah wafatnya Abdullah bin Zubair.
  • Kekhalifahan Ottoman & Modern: Renovasi besar dilakukan untuk memperkuat struktur dan memperluas Masjidil Haram, termasuk pembangunan pintu dan pancuran baru. 
 
Fungsi Saat Ini
  • Kiblat: Menjadi arah salat bagi umat Islam di seluruh dunia.
  • Pusat Tawaf: Rukun penting dalam ibadah haji dan umrah adalah mengelilingi Ka’bah (tawaf).